Pertunjukan ini semula berjudul 'Sever[e]al', pada perjalanannya, kami mengubah judulnya menjadi 'Je.ja.l.an'.
Je.ja.l.an adalah seni pertunjukan teater-tari (dance-theatre) dan teater imaji (theatre of images) yang ingin ber“cerita” tentang kontradiksi dan kontestasi yang ada di (pinggir) jalan di kota-kota di Indonesia. Karena ‘jalan’, sebagaimana ‘kota’, adalah bagian yang tak terpisahkan dari berlangsungnya modernitas di Indonesia. Adalah representasi atas kenyataan-kenyataan (sosial-politik-ekonomi-dan-budaya) Indonesia, sebagai negara dunia ketiga, dalam suatu tata dunia yang semakin terbuka dan terhubung satu sama lain. Bagaimana jalan-jalan di kota-kota di Indonesia disikapi, dijalani, ditinggali serta di-”hidup”-i oleh warganya juga mencerminkan bagaimana modernitas disikapi dan dinegosiasi (baik dalam bentuk penerimaan, penolakan maupun penyesuaian).
Diinisiasi dan disutradarai oleh Yudi Ahmad Tajudin, Je.ja.l.an merupakan kerja kolaborasi direktur artistik Teater Garasi itu dengan seniman-seniman berpengalaman dalam bidangnya masing-masing, seperti: Mella Jaarsma (seniman visual), Ignatius Sugiarto (Penata artistik dan lampu), Risky Sasono (penata musik), dan aktor/penari: Sri Qadariatin, Citra Pratiwi, Erythrina Baskorowati, Theodorus Christanto, Jamaludin Latif, Bernadetta Verry Handayani dan
Bahrul Ulum.
Je.ja.l.an merupakan produksi bersama antara Teater Garasi; Laboratorium Penciptaan Teater dengan Hibah Cipta Dewan Kesenian Jakarta. Je.ja.l.an juga disponsori oleh Cultural & Development Programme Kedutaan Belanda dan HIVOS Foundation
Waktu pementasan:
16-17 Mei 2008, di Concert Hall, TBY, Yogyakarta
23-24 Mei 2008, di Teater Luwes, IKJ, Jakarta
Ulasan:
Alia Swastika: Theater-Performance: Jejalan Teater Garasi
Idaman Andarmosoko: Menonton Teater Garasi bersama Jacky Chen
Kompas: Garasi Tak Henti Mencari
Kompas.com: Jejalan Teater Garasi, Potret Buram dari Jalanan
Kompas Senin, 19 Mei 2008: Pertarungan di Jalanan
Koran Tempo: Wajah Jalanan di Panggung Teater
Koran Sindo: Jalanan, Representasi Hidup
Mahatmanto: berjejalan nonton teater garasi
Majalah Tempo (Catatan Pinggir) Edisi. 15/XXXVII/02 - 8 Juni 2008: Jalan
Majalah Tempo Edisi. 15/XXXVII/02 - 8 Juni 2008: Sayang, Cuma Satu Jam
The Jakarta Post, May 24, 2008: Teater Garasi looks for meaningful encounters in 'Je.ja.l.an'



