Naskah Karya: Anton Chekov
Adaptasi Naskah: Gunawan Maryanto
Sutradara: Corrina Manara
“Camar” adalah cerita tentang mimpi dan ilusi. Cerita tentang jurang antara tradisi dan modernitas dalam transisi kehidupan sosial, tentang menerima apa adanya atau merjuang melawannya. Cerita ini berkisah tentang seniman-seniman muda yang ingin mewujudkan mimpinya dan berjuang untuk hidup dalam sebuah dunia tanpa peluang. Ini tentang jukstaposisi antara mimpi dan kenyataan.
Pementasan ini merupakan bagian dari program residensi Corrina Manara, sutradara dari Theatre Embassy (Belanda) di Teater Garasi. Pertunjukan berdurasi 80menit ini diadakan pada tanggal 29-30 April 2008 di Studio Tari Banjarmili, Yogyakarta dan 6-7 Mei 2008 di Erasmus Huis, Jakarta.
Tokoh “Camar”
Masya, seorang perempuan muda
Simon, seorang guru SD
Kusa, seorang penulis muda dan anak Irina
Nina, seorang gadis yang ingin jadi artis
Irina, seorang artis terkenal dan ibu Kusa
Trigor Triatna, seorang penulis terkenal, kekasih Irina
Apa kata aktor………
Alex Suhendra (Kusa)
Termasuk proses yang berat untukku. Bagaimana tidak? Di sini aku bertemu dengan orang-orang baru. Bermain dan bisa masuk dalam dunia mereka adalah hal yang sama sekali tidak gampang untuk dilakukan. Apalagi secara konsep, sama sekali jauh berbeda dari alam kenyamananku. Juga mbak sutradara yang punya kultur dan bahasa yang jauh berbeda. Masalah komunikasi tentu saja setia menemani perjalanan proses ini. Tapi itu hanya sekedar menjadi masalah yang punya jalan keluar. Aku menikmati semuanya. Meski sekarang, sindrom “muda selamanya” semakin kuat menjangkiti otakku. Terima kasih untuk semua crew yang telah menuruti wujudnya pertunjukan ini. Juga untuk Eyang Kakung (RIP) dan Strawberry, aku tersenyum kok… (SMA banget…. Biarin!)
Hindra Setya Rini (Nina Zahrie)
Camar? Baiklah. Seperti pepatah, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Proses ini selain melancarkan cas-cis-cus Bahasa Inggris, tentu saja memberi ruang bagiku untuk terus mengolah keaktoran baik di tubuh, vokal dan imajinasi. Selain itu juga menawarkan ruang untuk membuka diri sepenuhnya pada pertemuan, permainan, interaksi dengan yang lain; sutradara dengan kultur dan kebiasaan yang berbeda; aktor-aktor muda lainnya yang punya tradisi/kebiasaan latihan yang berbeda juga. Lebih jauh, proses bertemu dengan yang berbeda itu sendiri menyenangkan bagiku.
Singkat kata, bahasa adalah hal yang paling penting dalam pertemuan dan percakapan kami karena berbicara tentang Camar adalah perihal bagaimana mewujudkan imaji-imaji, mimpi-mimpi, harapan, kenyataan, bahkan ide/gagasan pertunjukan yang coba ditawarkan ke atas panggung. Dua bulan di awal proses cukup membingungkan dan sangat membuat buntu (stuck). Tetapi dalam hal ini aku berterima kasih pada Naomi (penerjemah & asisten sutradara) dan Gunawan Maryanto yang sangat membantu proses dan menjadi jembatan untuk sampai pada tujuan yang diinginkan. Jadi, tetap semangat!
Jami Atut. T (Irina)
Proses ini memberikan sesuatu yang baru dan segar bagiku. Awalnya aku merasa agak kesulitan karena masalah bahasa, bingung dengan metode yang diberikan sutradara (terutama side scene dan hidden thought). Tapi sejalan dengan proses, aku menyadari bahwa metode itu sangat membantuku “menemukan” Irina. Thanks to mbak Omi, penerjemah terbaik! Finally, I can do it!
M. N. Qomaruddin (Trigor Triatna)
Bertemu, berlatih, dan bermain dengan teman-teman/tim Camar yang menyenangkan menambah catatan dalam buku harian. Disutradarai Corrina, kendala awal adalah bahasa, untung ada mbak Omi (Naomi.red) dan teman-teman yang membantuku memahaminya. CAMAR=Cerita Manusia Rumit. Yang jelas masih tetap berkeringat.
Wisnu Yudha Wardhana (Simon)
Camar, membuatku suka apel dan Agnes Monica. Seneng deh jadi penari latarnya…. (???) Thanks Corrina, seperti mimpi!
Wiwara Awisarita (Masya)
Terima kasih atas kepercayaannya. Menyenangkan dan mengesankan maen bareng actor yang lebih senior. Pengalaman berharga disutradarai oleh Corrina yang orang Belanda. Jadi bisa ngomong Inggris! Hore…! Banyak banget belajar karena harus acting dan nari. Benar-benar dituntut jadi actor yang sesungguhnya. All in one package. Bravo! Bravo!
Tim Kerja:
Sutradara: Corrina Manara
Asisten Sutradara & Penerjemah: Naomi Srikandi
Aktor:
Alex Suhendra
Hindra Setya Rini
Jami Atut T
MN. Qomaruddin
Wisnu Yudha Wardhana
Wiwara Awisarita
Penata Cahaya: Ign. "Clink" Sugiarto
Penata Musik: Risky Summerbee & the Honeythief
Perancang Set: Novi Kristinawati
Kru: Adi Wisanggeni dan Sugeng Utomo
Pimpinan Produksi: Reni Karnila Sari



