TEATER TETAS bekerjasama dengan Teater Garasi mengadakan pementasan
"REPUBLIK ANTHURIUM"
Karya & Sutradara Ags. Arya Dipayana
Gedung Sosietet Taman Budaya Yogyakarta
22 & 23 April 2008 – 20.00 wib
Sinopsis
"Republik Anthurium" merupakan suatu sketsa atas sebuah negeri yang seluruh tatanannya dibangun dengan isu. Seluruh pranata politik, budaya, ekonomi maupun sosial dikendalikan oleh sesuatu yang berada di luar sistem – suatu kekuatan yang tidak tampak – dan perubahan dapat terjadi kapan saja, tanpa terduga sebelumnya. Segala hal menjadi nisbi sifatnya, bahkan juga tata nilai.
Setiap kali suatu isu dihembuskan, seluruh perhatian masyarakat akan tertuju ke situ, dan segera melupakan apa yang sebelumnya sedang mereka persoalkan. Digiring oleh kepentingan dari pemegang kendali, masyarakat justru seperti mabuk kepayang. Mereka larut dan menjadi bagian dari permainan sedemikian rupa, sehingga bahkan nasib mereka pun bergantung pada mekanisme sistem di mana mereka berada.
Sindrom anthurium dalam lakon ini tidak lain hanya salah satu dari beragam kecenderungan, yang dalam pertunjukan ini dipilih menjadi metafora untuk berbicara tentang banyak persoalan. Suatu umpan yang mengenai sasaran di suatu masyarakat yang tergila-gila pada eksotisme – dengan atau tanpa kepentingan ekonomi di baliknya.
Lakon ini diangkat justru pada saat gelombang cinta – salah satu dari keluarga anthurium – berada di puncak popularitasnya, menjelang titik antiklimaks. Menjelang dihembuskannya isu yang lain, yang akan serta-merta meluluh-lantakkan tatanan sebelumnya. Saat ketika kita saksikan betapa semakin kerontang kemanusiaan kita.
Pemain:
Youva Triwahyuni
Meyke Vierna
Harris Syaus
Hari Prasetyo
Barlyanta
Lalu Zulkarnaen
Yosep Viar
Jerryanto
Intan Permata
Mega Pertiwi
Isna Syarri
Melkyor HW
Adi Nugraha
Ganjar Gumilar
Ayat Muhammad
Didi Hasyim
Penampil Khusus:
Elly D. Lutan
Wangi Indriya
Kerabat Kerja:
Penata Cahaya : Herry W. Nugroho
Penata Panggung: Sugeng Yeah
Penata Busana: Dini Khairani
Penata Musik: Nanang Hape
Pemusik: Hendrikus Wisnugroho,Yoyik Lembayung,Nanang Hape
Penata Rias: Meyke Vierna
Property: Arif ”Oklay” Riyadi,Yosep Viar
Publikasi: Tugas Supriyanto
Dokumentasi Foto: Yitno MB
Dokumentasi Video: Daniel
Koord. Latihan: Barlyanta
Astrada: Harris Syaus
Sutradara: Ags. Arya Dipayana
Pimpinan Produksi: Yoyik Lembayung
Teater Tetas
Kelompok ini berdiri sejak 30 September 1978. Pada awalnya kelompok ini bernama Teater Egg yang beranggotakan sejumlah aktivis teater di Gelanggang Remaja Bulungan Jakarta Selatan dan berubah nama menjadi Teater Tetas sejak 1984
Kelompok ini dikenal melalui pertunjukan-pertunjukannya yang mengangkat mitos pewayangan sebagai materi dasar pertunjukan. Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan untuk mengangkat bentuk lain dalam pertunjukannya.
Beberapa naskah yang pernah dipentaskan di antaranya adalah Geger Indraprasta (1986), Lahirnya Wisanggeni (1987), Bayi di Aliran Sungai (1999), Wisanggeni Berkelebat (2000), Palaganada: Dari Negeri Cinta (2001), Seorang Anak Menangis (2002), Palaganada: Jejak Surga (2003), Julung Sungsang (2005-2006) dan sebagainya.



