“Memoirs of Gandari”

Sebuah Kolaborasi Musik Risky Summerbee & The Honeythief dan Slamet Gundono

Didukung oleh: Program Hibah Seni Yayasan Kelola

Setiap pertemuan antar entitas dengan latar belakang yang berbeda selalu membuka kemungkinan munculnya hal-hal baru yang tidak terduga. Sebuah kelompok musik band beraliran Folk / Progressive Rock, Blues, Psychedelic ternyata mampu melakukan dialog yang produktif dengan komunitas seni pertunjukan berlatar budaya Tegal (Jawa Tengah) dengan tonalitasnya yang banal dan khas Jawa pesisiran. Risky Summerbee & The Honeythief (RSTH) dan Slamet Gundono & Komunitas Wayang Suket menegaskan hal tersebut melalui karya kolaborasi mereka dalam “Memoirs of Gandari”. RSTH sebagai sebuah kelompok musik modern yang cenderung mengutamakan permainan individu harus membongkar kebiasaan tersebut ketika betemu dengan komunitas seni pertunjukan berlatar tradisional. Dimana kecenderungan seni tradisional mengusung spirit kebersamaan dalam bentuk reriungan, kegayengan, dll. Pun demikian dengan Komunitas Wayang Suket dalam proses klaborasi ini harus belajar setia pada patern-patern yang telah disepakati. Dengan kapasitas dan sikap terbuka akan masuknya hal yang datang dari luar dirinya, mereka melakoni setiap pertemuan, pertentangan dan resolusi ide juga metode perwujudan setiap karya komposisi dalam kolaborasi ini.

Dengan mengambil pijakan teks ‘Gandari’ - ibu para Kurawa dari epik Mahabarata, mereka melakukan dialog dengan cara dan bentuk bermusik masing-masing. Slamet Gundono yang mempunyai segudang pengetahuan atas teks Gandari tidak merasa enggan untuk selalu memberikan dongeng kepada Risky Summerbee yang mempunyai jarak cukup jauh atas teks yang mereka sepakati sebagai pijakan berklaborasi tersebut. Sementara itu, Risky sendiri selalu lugas memunculkan interpretasi kritisnya (yang cenderung semena-mena) atas Gandari melalui olahan musik elektriknya. Dalam proses kreatif bersama ini, metode penciptaan yang mereka gunakan pun beragam; mulai dari sekedar saling mengisi hingga mempertemukan (mempertaruhkan) interpretasi atas teks Gandari melalui instrumen-instrumen musik mereka masing-masing. Sebuah pertemuan yang melahirkan komposisi-komposisi yang dalam dan tidak terduga.

Hasil karya kolaborasi ini digelar di dua kota home-base mereka, Solo dan Jogjakarta. Di Solo, “Memoirs of Gandari” tampil di Pendopo Wisma Seni Taman Budaya Surakarta pada 26 Januari 2008 pukul 19:30 WIB dalam acara Bukan Musik Biasa (Gratis). Sementara itu, konser “Memoirs of Gandari” secara penuh digelar di Taman Budaya Yogyakarta pada 1 Febuari 2008 pukul 20:00 WIB. Para musisi yang terlibat dalam konser ini adalah Doni Kurniawan, Dwi Priyo, Erwin Subiyantoro, Kukuh, Nadya Hatta, Risky Summerbee, Sevri Hadi, Sri Waluyo, Slamet Gundono, Sutrisno. Proses kreatif ini didukung sepenuhnya oleh Yayasan Kelola, Teater Garasi, The Netherlands Embassy, Taman Budaya Surakarta, Bukan Musik Biasa, dan Komunitas Wisma Seni.