Je.ja.l.an

 Je.ja.l.an adalah seni pertunjukan teater-tari (dance-theatre) dan teater imaji (theatre of images) yang ingin bercerita tentang kontradiksi dan kontestasi yang ada di (pinggir) jalan di kota-kota di Indonesia. Kontradiksi dan kontestasi antara yang modern dan tradisional, yang kosmopolit dan kampungan, yang elit dan ‘kebanyakan’, yang berkuasa dan terpinggirkan, yang agung dan murahan, serta sederet kontradiksi lainnya. Kontradiksi dan kontestasi yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari di jalan di kota-kota di Indonesia.

 Jalan, sebagaimana kota, adalah bagian yang tak terpisahkan dari berlangsungnya modernitas di Indonesia. Dan juga adalah representasi atas kenyataan-kenyataan (sosial-politik-ekonomi-dan-budaya) Indonesia, sebagai negara dunia ketiga, dalam suatu tata dunia yang semakin terbuka dan terhubung satu sama lain. Bagaimana jalan-jalan di kota-kota di Indonesia disikapi, dijalani, ditinggali serta dihidupi oleh warganya juga mencerminkan bagaimana modernitas dan globalisasi disikapi dan dinegosiasi (baik dalam bentuk penerimaan, penolakan maupun penyesuaian).

Sebagai sebuah pertunjukan, Je.ja.l.an, akan menggelar kontradiksi dan kontestasi di atas itu dalam imaji-imaji ruang dan visual, akting dan tari. Je.ja.l.an akan memapar fenomena di (pinggir) jalan di kota-kota di Indonesia; tidak hanya yang tragis tetapi juga yang komis (humor), yang realistis dan juga yang simbolis.

Je.ja.l.an diriset dan disusun bersama oleh seluruh tim kreatif yang terdiri dari seniman-seniman berpengalaman, baik di tingkat nasional maupun global. Diinisiasi dan disutradarai oleh Yudi Ahmad Tajudin, Je.ja.l.an merupakan kerja kolaborasi direktur artistik Teater Garasi itu dengan seniman-seniman berpengalaman dalam bidangnya masing-masing, seperti Mella Jaarsma (seniman visual), Ignatius Sugiarto (penata artistik dan cahaya), Risky Summerbee&The Honeythief (penata musik), dan aktor/penari: Sri Qadariatin, Citra Pratiwi, Jamaluddin Latif, Erythrina Baskorowati, Theodorus Christanto, Bernadeta Verry Handayani dan Bahrul Ulum.

Je.ja.l.an terselenggara atas dukungan Hibah Cipta, kerjasama antara Dewan Kesenian Jakarta dengan Yayasan Kelola. Juga didukung oleh Cultural Programme of the Royal Netherland Embassi, HIVOS, Institut Kesenian Jakarta, Taman Budaya Yogyakarta, Via-Via Cafe, Kedai Kebun, Toko Buku Togamas, I-Radio Networks, Hard Rock FM Jakarta, Green Radio, Women Radio, Trijaya FM Yogyakarta, Radio Eltira, Radio Sonora, Q-Radio, Majalah Trax, Majalah Spice, dan Cosmopolitan.